Materi SBMPTN Biologi Virus

20:33 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Virus

Ciri-ciri Virus

1. Virus memiliki ukuran yang sangat kecil, yaitu antara 25—300 nm (1 nm = 10-9 m).
2. Virus hanya memiliki satu jenis asam nukleat (DNA atau RNA) yang diselubungi oleh kapsid (selubung protein).
3. Virus hanya dapat hidup dan berkembang biak pada sel hidup (parasit intraseluler obligat).
4. Tubuh virus bukan berupa sel sehingga tidak memiliki inti sel, membran plasma, dan sitoplasma.
5. Tubuh virus memiliki berbagai bentuk (batang, bulat, silindris, dan bentuk T).
6. Virus merupakan makhluk metaorganisme, yaitu bentuk peralihan antara benda mati (memiliki sifat dapat dikristalkan) dan makhluk hidup (dapat berkembang biak).


Struktur Tubuh Virus

Materi SBMPTN Biologi Virus

Meskipun virus memiliki ukuran dan bentuk yang berbeda-beda, tapi struktur tubuhnya sama, yaitu terdiri atas:
1. Kapsid, yaitu lapisan pembungkus DNA atau RNA pada virus. Kapsid terdapat pada bagian kepala virus.
2. Kapsomer, yaitu bagian pada virus yang mengandung sedikit protein dan akan saling bergabung membentuk kapsid.
3. Sel pembungkus, yaitu bagian yang melapisi DNA atau RNA. Sel ini mengandung lipoprotein (lipid dan protein) yang merupakan membran plasma dan berasal dari sel inang virus.
4. Selubung dan serabut ekor, yaitu bagian yang digunakan oleh virus untuk melekatkan tubuhnya ke sel inang.


Klasifikasi Virus

Pengelompokkan jenis virus didasarkan pada beberapa hal, yaitu:
a. Berdasarkan organisme yang diserang, virus tergolong menjadi tiga, yaitu:

  • Bakteriofage
    Bakteriofage merupakan virus yang menyerang sel bakteri.
    Contoh: virus T2, T4, dan T6.
  • Virus tumbuhan
    Virus yang menyerang sel tumbuhan,yaitu:
    1. Tobacco Mozaic Virus (TMV) penyebab mozaik (bercak kuning) pada tembakau.
    2. Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD) penyebab penyakit pada jeruk.
    3. Virus tungro penyebab penyakit padatanaman padi.
  • Virus hewan
    Virus yang menyerang sel hewan, yaitu:
    1. Polioma penyebab tumor
    2. Rous Sarcoma Virus (RSV) penyebab kanker pada ayam
    3. Rhabdovirus penyebab rabies pada anjing dan kera.

b. Berdasarkan susunan asam nukleat, virus diklasifikasikan menjadi lima, yaitu:

  • Virus dengan DNA pita tunggal (ssDNA)
    Contoh: Parvovirus harus melakukan infeksi bersama dengan Adenovirus agar bisa tumbuh.
  • Virus dengan DNA pita ganda (dsDNA)
    Contoh: Adenovirus, penyebab penyakit pada saluran pernapasan.
  • Virus dengan RNA pita tunggal (ssRNA positif)
    Pada virus ini ssRNA berperan sebagai mRNA (pembawa pesan kode gen RNA).
    Contoh: Picorna, yaitu virus yang menyebabkan penyakit polio.
  • RNA pita tunggal (ssRNA negatif)
    Pada virus ini ssRNA sebagai cetakan mRNA
    Contoh: Rhabdovirus penyebab rabies.
  • RNA pita ganda (dsRNA)
    Contoh: Reovirus, penyebab penyakit diare.
Keterangan:
 ss = single stranded/rantai tunggal
 ds = double stranded/rantai ganda.


Bakteriofage

Bakteriofage merupakan kesatuan biologis paling sederhana yang mampu mereplikasi dirinya (menggandakan diri menjadi lebih banyak). Tubuh bakteriofage tersusun atas kepala, ekor, dan serabut ekor. Ekor fage berfungsi sebagai alat penginfeksi ke sel inang. Proses infeksi bakteriofage pada sel bakteri juga digunakan oleh virus untuk berkembang biak. Proses ini terdiri atas dua tipe, yaitu litik (virulen) dan lisogenik.


Perkembangbiakan Virus

Untuk berkembang biak, virus harus menginfeksi sel inangnya. Proses reproduksi virus terdiri atas dua tipe, yaitu tipe litik dan lisogenik.
a. Siklus Litik
Pada siklus litik, replikasi genom virus menyebabkan kematian pada sel inang. Virus yang hanya dapat bereplikasi melalui siklus litik (lisis) disebut dengan virus virulen. Siklus litik terdiri atas beberapa fase, yaitu:
1. Fase adsorbsi, diawali dengan menempelnya ujung ekor virus pada dinding sel bakteri, kemudian enzim lisozim dikeluarkan untuk melubangi dinding sel inang.
2. Fase injeksi (penetrasi), yaitu dimasukkannya DNA atau RNA virus ke dalam isel inang. Kepala dan ekor virus tetap tertinggal di luar sel dan akan terlepas serta tidak berfungsi ketika injeksi DNA telah dilakukan.
3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang mengandung enzim lisozim akan menghancurkan DNA bakteri, kemudian mereplikasikan diri, melakukan sintesis protein hingga membentuk bagian-bagian kapsid,seperti kepala, ekor, dan serabut ekor.
4. Fase perakitan, yaitu bagian-bagian kapsid virus yang awalnya terpisah selanjutnya dirakit menjadi kapsid virus hingga terbentuk tubuh virus baru.
5. Fase lisis, yaitu hancurnya sel inang (lisis) dan melepaskan virus-virus baru yang akan menginfeksi sel inang lainnya, begitu seterusnya.

b. Siklus Lisogenik
Siklus lisogenik merupakan siklus replikasi genom virus tanpa menghancurkan sel inang sehingga virus berintegrasi ke dalam kromosom bakteri atau sel inang. Fase awal yang dilalui oleh siklus lisogenik sama dengan siklus litik, yaitu melalui fase adsorbsi dan fase injeksi. Selanjutnya melalui fase-fase berikut ini, yaitu:
1. Fase penggabungan, yaitu bergabungnya DNA virus dengan DNA bakteri. Dengan demikian, bakteri yang terinfeksi akan memiliki DNA virus.
2. Fase pembelahan, DNA virus yang bergabung dengan DNA bakteri menjadi tidak aktif (profage). Dengan demikian, jika DNA bakteri bereplikasi maka DNA virus yang tidak aktif tersebut akan ikut bereplikasi.
3. Fase sintesis, yaitu DNA virus yang telah aktif akan menghancurkan DNA bakteri dan memisahkan diri. Selanjutnya, DNA virus akan mensintesis protein sel inang sekaligus mereplikasikan diri.
4. Fase perakitan, yaitu kapsid yang terbentuk dari protein sel inang dirakit menjadi kapsid virus. Selanjutnya, DNA virus baru masuk ke dalam kapsid sehingga membentuk virus baru.
5. Fase lisis, yaitu terjadi lisis pada sel setelah terbentuk bakteri virus baru. Virus-virus yang terbentuk kemudian akan menyerang bakteri (sel inang) lain.

Materi SBMPTN Biologi Virus


Peranan Virus dalam Kehidupan

a. Virus yang Menguntungkan
Terdapat beberapa jenis virus yang dikembangkan oleh peneliti karena memiliki beberapa manfaat tertentu bagi tubuh, antara lain:
1. Sebagai antibakterial, misalnya pada bakteri pengganggu produk pangan yang diawetkan.
2. Untuk pembuatan insulin, misalnya pada virus penyebab kanker dapat dicangkokkan gen-gen penghasil hormon insulin ke dalam sel bakteri. Jadi, jika sel bakteri bereplikasi maka sekaligus memproduksi insulin.
3. Pada pembuatan vaksin, misalnya vaksin polio, vaksin campak, dan vaksin cacar.
4. Untuk membuat zat antitoksin.

b. Virus yang Merugikan
Beberapa virus yang menyebabkan timbulnya infeksi penyakit dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:

  • Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
    1. Virus Avian influenza, penyebab virus flu burung.
    2. Poliovirus, yaitu virus penyebab penyakit polio.
    3. Virus Ebola, yaitu virsu yang menyebabkan penyakit ebola pada manusia.
    4. Human Immunodeficiency Virus (HIV), penyebab penyakit AIDS.
    5. Influenza virus, menyebabkan penyakit flu pada manusia.
  • Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
    1. Tobacco Mozaic Virus (TMV), virus yang menyebabkan timbulnya bercak-bercak mozaik pada daun tembakau.
    2. Citrus Leprosis Virus (CLV), virus yang menyebabkan penyakit pada tanaman jeruk.
    3. Virus Tungro, virus yang menyebabkan kekerdilan pada tanaman padi.
  • Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan
    1. Rhabdovirus, virus yang menyebabkan penyakit rabies pada anjing, kucing, dan monyet.
    2. New Castle Disease (NCD) atau virus tetelo.
    3. Adenovirus, menyebabkan penyakit saluran pernapasan pada hewan.

Materi SBMPTN Biologi Keanekaragaman Hayati Dan Klasifikasi

03:34 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Keanekaragaman Hayati Dan Klasifikasi

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati didefinisikan sebagai keragaman makhluk hidup dalam hal variasi gen, jenis, dan ekosistem dalam suatu lingkungan.

a. Jenis Keanekaragaman Hayati,
Keanekaragaman hayati terbagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:
1. Keanekaragaman tingkat gen, yaitu keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat dari variasi genetik dalam satu spesies.
Contoh: Keanekaragaman warna mahkota bunga pada tanaman mawar, yaitu ada tanaman mawar merah, putih, kuning, dan ungu.

2. Keanekaragaman tingkat jenis (spesies), yaitu keanekaragaman variasi bentuk dan
penampakan yang dimiliki oleh spesies satu dengan yang lainnya dalam suatu lingkungan.
Contoh: Keanekaragaman jenis pada penampakan buah nangka (Artocarpus heterophylus) dan cempedak (Artocarpus cempedens) yang merupakan satu famili.

3. Keanekaragaman tingkat ekosistem, yaitu keanekaragaman yang terjadi sebagai akibat adanya interaksi antara makhluk hidup penyusun suatu daerah dengan lingkungannya.
Contoh: Ekosistem padang rumput dengan hutan hujan tropis.

b. Pelestarian Keanekaragaman Hayati.
Pelestarian terhadap keanekaragaman hayati di Indonesia digolongkan menjadi dua, yaitu:
1. Pelestarian in situ, yaitu usaha pelestarian terhadap makhluk hidup yang dilakukan di habitat aslinya.
Contoh: cagar alam, taman nasional, dan hutan lindung.

2. Pelestarian eks situ, yaitu usaha pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan makhluk hidup dari habitat aslinya.
Contoh: kebun binatang, kebun botani, dan taman safari.

Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi merupakan suatu proses penggolongan makhluk hidup secara sistematis menurut aturan tertentu untuk memudahkan kita dalam mempelajari ciri-ciri dan sifat suatu makhluk hidup.
a.  Fungsi dan Manfaat Mempelajari Klasifikasi
Fungsi klasifikasi terhadap makhluk hidup, yaitu:
1. Digunakan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup didasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
2. Digunakan untuk memberikan deskripsi tentang ciri-ciri makhluk hidup sehingga dapat diketahui perbedaan yang dimiliki antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup lainnya.
3. Digunakan untuk mengetahui adanya hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
4. Digunakan untuk memberikan nama makhluk hidup pada spesies baru yang baru diketahui.

Berdasarkan fungsi tersebut maka pada sistem klasifikasi makhluk hidup memberikan beberapa manfaat, yaitu:
1. Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang ada.
2. Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup dapat diketahui yang ada.

b. Dasar-dasar Klasifikasi
Beberapa hal yang menjadi dasar pada
sistem klasifikasi makhluk hidup, yaitu:
1. Berdasarkan persamaan
2. Berdasarkan perbedaan
3. Berdasarkan ciri morfologi dan anatomi
4. Berdasarkan ciri biokimia
5. Berdasarkan manfaat

c. Tahapan dalam Klasifikasi
Terdapat tiga tahap yang harus dilalui ketika ingin melakukan pengklasifikasian terhadap makhluk hidup, yaitu:
1. Melakukan proses identifikasi dan pengamatan terhadap sifat makhluk hidup.
2. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri dan sifat yang diamati.
3. Memberikan nama pada makhluk hidup jenis baru dengan maksud untuk mempermudah dalam pengenalan dan dapat membedakan dengan makhluk hidup lainnya.

d. Macam-macam Klasifikasi
1. Klasifikasi sistem alami, yaitu klasifikasi yang didasarkan pada sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang dimiliki oleh makhluk hidup. Contoh: kambing, sapi dan kerbau diklasifikasikan ke dalam golongan hewan berkaki empat (morfologi).

2. Klasifikasi sistem buatan, yaitu klasifikasi yang didasarkan pada ciri morfologi yang mudah diamati dari makhluk hidup. Contoh: pada klasifikasi tumbuhan terdiri atas herba, pohon, dan semak.

3. Klasifikasi sistem filogenik, yaitu jenis klasifikasi yang didasarkan pada sejarah evolusi makhluk hidup dan hubungan kekerabatan antara takson satu dengan yang lainnya. Contoh: hubungan kekerabatan antara orang utan dan gorila.

e. Sistem Tata Nama Makhluk Hidup
Sistem pemberian nama pada makhluk hidup yang terdiri atas dua bagian nama disebut sistem tata nama ganda atau dikenal dengan Binomial nomenclature. Sistem ini diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus (1707-1778). Hierarki taksonomi yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus tersusun atas takson (tingkatan) dari tingkat tinggi ke tingkat rendah, yaitu: Kingdom – Divisio (tumbuhan)/Filum (hewan) – Kelas – Ordo – Familia – Genus – Spesies

Aturan pada sistem tata nama Binomial nomenclature, yaitu:
1. Terdiri atas dua kata bahasa latin atau dilatinkan.
2. Kata pertama diawali dengan huruf besar merupakan nama genus, kata kedua diawali dengan huruf kecil merupakan penunjuk spesies (epitheton spesificum).
3. Tulisan harus bercetak miring jika dicetak (ketik komputer) atau digaris bawahi jika ditulis tangan.
Contoh: Rhinoceros sondaicus (badak bercula satu) ketik komputer
Elaeis oleifera (kelapa sawit) tulis tangan


f. Perkembangan Sistem Klasifikasi
1. Sistem Dua Kingdom (Aristoteles, tahun 1800). Pengelompokan makhluk hidup dengan sistem ini terdiri atas kingdom Plantae (tumbuhan) dan kingdom Animalia
(hewan).
2. Sistem Tiga Kingdom (Ernest Haekel, tahun 1866). Sistem tiga kingdom terdiri atas kingdom Protista, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.
3. Sistem Empat Kingdom (E. Chatton, tahun 1959). Sistem empat kingdom terdiri atas Monera, Protista, Plantae, dan Animalia.
4. Sistem Lima Kingdom (Robert Whittaker, tahun 1969). Sistem lima kingdom terdiri atas kingdom Monera, kingdom Protista, kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.
5. Sistem Enam Kingdom (Salomon, tahun 1999-2002). Sistem enam kingdom terdiri atas kingdom Virus, kingdom Protista, kingdom Monera, kingdom Fungi, kingdom Plantae, dan kingdom Animalia.

Materi SBMPTN Biologi Metode Ilmiah dan Ruang Lingkup

07:33 Add Comment
Materi SBMPTN Biologi Metode Ilmiah dan Ruang Lingkup

Metode Ilmiah

Metode ilmiah merupakan langkah-langkah atau tahap-tahap kerja secara sistematis yang dilakukan oleh para ilmuwan dalam melakukan penelitian. Tahapan-tahapan dalam metode ilmiah, yaitu:
1. Merumuskan masalah,
2. Melakukan observasi (pengamatan),
3. Merumuskan hipotesis,
4. Melakukan eksperimen,
5. Menganalisis data hasil eksperimen,
6. Menarik kesimpulan.

Ruang Lingkup Biologi

Istilah biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bios (hidup) dan logos (ilmu). Secara istilah, ilmu biologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan makhluk hidup. Ilmu biologi memiliki beberapa cabang ilmu pengetahuan sebagaimana yang terdapat pada tabel di bawah ini.

No. Cabang IlmuIlmu Yang Dipelajari
1. Mikrobiologi Mikroorganisme
2. Bakteriologi Bakteriologi
3. Virologi Virus
4. Ornitologi Burung
5. Entomologi Serangga
6. Mikologi Jamur
7. Mamologi Mamalia
8. Zoologi Dunia hewan
9. Botani Dunia tumbuhan
10. Sitologi Sel
11. Histologi Jaringan tubuh
12. Anatomi Struktur tubuh bagian dalam pada makhluk hidup
13. Fisiologi Fungsi alat tubuh organisme
14. Embriologi Perkembangan embrio
15. Ekologi Hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya
16. Endokrinologi Hormon
17. Organologi Organ
18. Bioteknologi Aplikasi penerapan proses biologi secara terpadu
19. Malakologi Molusca (keong, cumicumi, dan lain-lain)
20. Genetika Pewarisan sifat
21. Taksonomi Pengelompokan makhluk hidup
22. Enzimologi Enzim
23. Algologi Alga
24. Agronomi Tanaman budidaya
25. Epidemiologi Penularan penyakit
26. Ontogeni Perkembangan makhluk dewasa
27. Patologi Penyakit dan pengaruhnya bagi manusia
28. Imunologi Sistem kekebalan (imun) tubuh


Objek Kajian Biologi

Biologi sebagai ilmu pengetahuan, memiliki beberapa objek kajian yang meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, baik yang terlihat oleh mata telanjang maupun dengan bantuan alat (mikroskop). Tingkatan organisasi dalam kehidupan, yaitu: Sel - Jaringan - Organ - Sistem organ - Individu - Populasi - Komunitas - Ekosistem - Bioma


Objek yang menjadi kajian ilmu biologi dibagi menjadi beberapa tingkat, yaitu:
1. Objek tingkat molekul,
Beberapa molekul yang dikaji pada ilmu biologi, yaitu protein, karbohidrat, lipid (lemak), dan asam nukleat.
2. Objek tingkat sel,
Sel adalah unit struktural dan fungsional terkecil dari makhluk hidup.
3. Objek tingkat jaringan,
Jaringan terbentuk dari kumpulan sel-sel yang memiliki fungsi dan bentuk yang sama.
Contoh: (jaringan pada tumbuhan) jaringan parenkim, jaringan bunga karang, dan jaringan pengangkut.
Contoh: (jaringan pada hewan) jaringan otot, jaringan epitel, dan lain-lain.
4. Objek tingkat organ,
Organ terbentuk dari beberapa jaringan yang memiliki fungsi tertentu.
Contoh: jantung, hati, dan ginjal pada hewan, serta akar, batang, dan daun pada tumbuhan.
5. Objek tingkat sistem organ,
Sistem organ tersusun atas beberapa organ yang saling bekerja dan berinteraksi secara sinergis.
Contoh: sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem peredaran darah, dan sistem gerak.
6. Objek tingkat individu,
Kumpulan dari beberapa sistem organ dengan fungsi tertentu akan membentuk suatu individu.
Contoh: manusia, hewan, dan tumbuhan.
7. Objek tingkat populasi,
Populasi didefinisikan sebagai kumpulan individu yang sejenis yang menempati suatu daerah tertentu dan dalam waktu tertentu.
Contoh: sekelompok burung merpati, dan rimbunan pohon cemara.
8. Objek tingkat komunitas,
Komunitas adalah kumpulan beberapa populasi yang menempati suatu daerah tertentu.
Contoh: dalam suatu kebun terdapat populasi lebah, populasi pohon rambutan, dan populasi burung pipit.
9. Objek tingkat ekosistem,
Ekosistem merupakan kesatuan antara komunitas dengan lingkungan tempat hidupnya, serta hubungan timbal balik yang ada di dalamnya.
Contoh: ekosistem hutan, ekosistem pantai, dan ekosistem danau.
10. Objek tingkat Bioma.
Bioma didefinisikan sebagai kumpulan berbagai ekosistem yang membentuk kesatuan ekosistem dunia (global).


Peranan Biologi dalam Kehidupan

Beberapa peranan dan pemanfaatan ilmu biologi beserta cabang ilmunya dalam kehidupan, yaitu:

1. Penggunaan mikroorganisme untuk industri makanan (bioteknologi).
Contoh: pembuatan tempe dari kedelai oleh bakteri Rhizopus sp., dan pembuatan tape dari singkong atau ketan oleh Saccharomyces cereviceae.

2. Perkawinan silang pada tumbuhan dapat menghasilkan produksi buah yang lebih banyak (botani).

3. Penemuan beberapa vaksin yang dipakai untuk menambah kekebalan tubuh terhadap beberapa penyakit (imunologi).

Teori Asal-usul Kehidupan

a. Teori Abiogenesis,
Teori abiogenesis merupakan teori yang menerangkan bahwa makhluk hidup berasal dari benda mati yang penciptaannya terjadi secara spontan. Pencetus teori ini ialah Aristoteles. Ia mengatakan bahwa “Belatung berasal dari daging yang sudah busuk". Ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu:

1. Antonie van Leuwenhook

2. John Needham,
Ia mengatakan, “Bakteri berasal dari air kaldu”.


b. Teori Biogenesis,
Teori biogenesis merupakan teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup yang ada saat ini berasal dari makhluk hidup pada masa sebelumnya. Pencetus teori ini adalah seorang ilmuwan bernama Louis Pasteur, dengan teorinya “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” (Kehidupan terjadi berasal dari telur, dan telur berasal dari makhluk hidup). Beberapa ilmuwan yang mendukung teori ini, yaitu:

1. Fransisco Redy, bereksperimen dengan media daging.

2. Lazzaro Spalanzani, bereksperimen dengan menggunakan air kaldu.
Teori biogenesis berhasil menumbangkan teori sebelumnya, yaitu abiogenesis dengan dilakukannya percobaan “Air Kaldu dan Tabung Leher Angsa” oleh Louis Pasteur.


c. Teori Neoabiogenesis.
Teori ini menerangkan bahwa kehidupan pertama kali berasal dari senyawa organik. Teori ini timbul dari dua orang ilmuwan, yaitu Harold Urey dan Oparin.

1.Harold Urey menyatakan Teori Evolusi Kimia, yaitu bahwa kehidupan pertama kali diduga terjadi di atmosfer (didukung oleh Stanley Miller melalui percobaannya).

2.Oparin mengemukakan teorinya yang diberi nama “Teori Biologi Evolusi”, menyatakan bahwa kehidupan pertama kali diduga terjadi di lautan (didukung oleh Haldane dalam bukunya yang berjudul “The Origin of Life”).


Evolusi

a. Teori-teori Evolusi,
1. Teori Lamarck (1809)
Mengemukakan bahwa sifat fenotipe (sifat yang dapat terlihat, seperti bentuk wajah, warna kulit, dan lain-lain) dapat diperoleh dari lingkungan dan diwariskan secara genetik.
Contoh: jerapah mempunyai leher yang panjang karena jerapah secara terus-menerus menjulur ke atas untuk menggapai makanan.

2. Teori Weissman
Mengemukakan bahwa perubahan organ tubuh yang disebabkan oleh lingkungan tidak memengaruhi keturunannya.
Contoh: tikus yang tidak mempunyai ekor karena ekornya dipotong ternyata tidak diwariskan pada keturunannya.

3. Teori Charles Darwin/Teori Evolusi Darwin (1809—1882)
Mengemukakan bahwa evolusi disebabkan oleh proses seleksi alam. Teori Darwin melalui seleksi alam mencakup tiga hal, yaitu:

  • Seleksi alam terjadi karena adanya keberhasilan pada reproduksi organisme.
  • Seleksi alam terbentuk dari interaksi antara lingkungan dengan variasi yang dimiliki oleh organisme.
  • Produk seleksi alam merupakan adaptasi organisme terhadap lingkungannya.


b. Bukti Adanya Evolusi,
Fakta langsung adanya evolusi :

  • Adanya variasi di antara makhluk hidup.
  • Adanya fosil.
  • Adanya Organ Vestigial.
  • Adanya perbandingan embriologi.


c. Proses Terbentuknya Spesies Baru,
1. Isolasi geografi: apabila batas wilayah tidak dilewati, populasi tidak akan bertemu dengan populasi lain sehingga perkawinan secara alamiah tidak akan terjadi,
2. Isolasi reproduksi: menyangkut adanya keberhasilan suatu pembuahan dan keberhasilan organisme baru pascapembuahan.

d. Syarat Terjadinya Evolusi
1. Adanya perubahan lingkungan,
2. Adanya relung (tempat hidup dan interaksi suatu organisme) yang kosong,
3. Adanya keanekaragaman suatu kelompok organisme.

e. Hukum Hardy-Weinberg
Menyatakan bahwa frekuensi alel dan genotipe suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi dengan kondisi tertentu, yang meliputi:
1. Ukuran populasi cukup besar.
2. Populasi terisolasi.
3. Jumlah mutasi gen dalam alel seimbang.
4. Perkawinan acak.
5. Kemampuan reproduksi antar-individu sama.

Persamaan Hardy-Weinberg
Karena hanya ada dua alel, kombinasi frekuensi keseluruhan adalah:
(p + q) = 1

Kombinasi alel yang muncul secara acak, yaitu:
P2 + 2pq + q2 = 1
AA + 2Aa + aa = 1
p = frekuensi alel dominan di dalam populasi.
q = frekuensi alel resesif di dalam populasi.

Materi SBMPTN Matematika Trigonometri

05:23 Add Comment
Materi SBMPTN Matematika Trigonometri

Perbandingan Trigonometri

a. Perbandingan Sisi Suatu Segitiga Siku-siku
sin α = y/r , Untuk menghafalnya dihafalkan dengan kata "DEMI" → Depan / Miring
cos α= x/r , Untuk menghafalnya dihafalkan dengan kata "SAMI"→ Samping / Miring
tan α = y/x , Untuk menghafalnya dihafalkan dengan kata "DESA"→ Depan/ Samping
cotan α = x/y,
sec α = r/x,
cosec α = r/y.


b. Nilai Perbandingan Sudut-sudut Istimewa

x
0
30
37
45
53
60
90
sin
0
1/2
3/5
1/2 √2
4/5
1/2 √3
1
cos
1
1/2 √3
4/5
1/2 √2
3/5
1/2
0
tan
0
1/3 √3
3/4
1
4/3
√3

Keterangan: ∞ = tidak terdefinisi (tak berhingga)

Rumus Sudut yang Berelasi

Pada tiap kuadran, nilai sin, cos, dan tan dapat bernilai positif atau negatif. Tabel di bawah ini menunjukkan tanda di setiap kuadran.

Fungsi
Kuadran I
0°-90°
Kuadran II
90°-180°
Kuadran III
180°-270°
Kuadran IV
270°-360°
sin
+
+
-
-
cos
+
-
-
+
tan
+
-
+
-


Hubungan dari sin, cos, dan tan pada masing-masing kuadran adalah:
a. Pada Kuadran I (0°-90°)
sin (90° – α ) = cos α
cos (90° – α )   = sin α
tan (90° – α )   = cotan α
b. Pada Kuadran II (90°-180°)
sin (180° – α )   = sin α
cos (180° – α )   = -cos α
tan (180° – α )   = -tan α
c. Pada Kuadran III (180°-270°)
sin (180° + α )   = -sin α
cos (180° + α )   = -cos α
tan (180° + α )   = tan α
d. Pada Kuadran IV (270°-360°)
sin (360° – α )   = -sin α
cos (360° – α )   = cos α
tan (360° – α )   = -tan α


Rumus-Rumus Segitiga

Dalam Trigonometri
a. Hubungan Sin, Cos, dan Tan
1. sinx / cosx = tan x
2. sin2x + cos2x = 1
3. tan2x + 1 = sec2x

b. Pada Setiap Segitiga Sembarang Berlaku

1. Aturan sinus,
a/sinA = b/sinB = c/sinC

2. Aturan kosinus,
  • a2 = b2 + c2 -2 b c cosA
  • b2 =a2 + c-2 a c cosB
  • c2 =a2 + b-2 a b cosC
3. Luas segitiga ABC,
1/2 a b sinC = 1/2 b c sinA = 1/2 a c sinB

Rumus-Rumus Trigonometri

a. Jumlah dan Selisih Dua Sudut

  • sin (A + B) = sin A cos B + cosA sinB
  • sin (A – B) = sin A cos B – cos A sin B
  • cos (A + B) = cos A cos B – sin A sin B
  • cos (A – B) = cos A cos B + sin A sin B
  • tan (A + B) = (tanA + tanB)/ 1 - tanA tanB
  • tan (A – B) = (tanA - tanB)/1 + tanA tanB


b. Sudut Rangkap atau Kembar

sin 2A = 2 sin A cos A
cos 2A = cos2A – sin2A
= 2 cos2A – 1
              = 1 – 2 sin2A
tan 2A = (2 tanA)/1- tan2A

c. Perkalian Sinus dan Kosinus

  • 2 sin A cos B = sin (A + B) + sin (A – B)
  • 2 cos A sin B = sin (A + B) – sin (A – B)
  • 2 cos A cos B = cos(A + B) + cos(A – B)
  • –2 sin A sin B = cos(A + B) – cos(A – B)


d. Penjumlahan dan Pengurangan Sinus dan Kosinus

  • sin A + sin B = 2 sin 1/2(A+B) cos 1/2(A-B)
  • sin A - sin B = 2 cos 1/2(A+B) sin 1/2(A-B)
  • cos A + cos B = 2 cos 1/2(A+B) cos 1/2(A-B)
  • cos A - cos B = -2 sin 1/2(A+B) sin 1/2(A-B)

Persamaan dan Pertidaksamaan Trigonometri

a. Persamaan Trigonometri
1. Persamaan dasar
sin x = sin a → x = a + k . 2π
                    → x = 180 - a + k . 2π
cos x = cos a → x = a + k . 2π
                     → x = -a + k . 2π
tan x = tan a → x = a + k . π

2. Persamaan yang diselesaikan dengan faktorisasi
Contoh:
 sin 2x + cos x = 0
 2 sin x cos x + cos x = 0
 cos x (2 sin x + 1) = 0
cos x = 0 atau 2 sin x + 1 = 0
 2 sin x = -1
 sin x = -1/2

3. Persamaan yang dapat diubah ke bentuk persamaan kuadrat
Contoh:
cos2 x + 3cos x − 4 = 0
Misalkan, cos x = p maka persamaan di atas menjadi:
p2 + 3p – 4 = 0
Kemudian selesaikan seperti penyelesaian persamaan kuadrat.


b. Pertidaksamaan Trigonometri
Pertidaksamaan trigonometri dapat diselesaikan dengan:
a. Menggambar grafiknya.
b. Menggunakan garis bilangan seperti pertidaksamaan biasa.
c. Untuk soal-soal pilihan ganda bisa dilakukan cara uji pilihan ganda.

Materi SBMPTN Matematika Logika

19:06 Add Comment
Materi SBMPTN Matematika Logika

Pernyataan, Kalimat Terbuka, dan Ingkaran


  • Pernyataan adalah suatu kalimat yang dapat ditentukan salah atau benar, tetapi tidak kedua-duanya.
    Contoh:
    1. Tambun berada di Kabupaten Bekasi (Benar)
    2. 9 adalah bilangan prima (Salah)
  • Kalimat terbuka adalah kalimat yang masih mengandung variabel atau peubah dan belum dapat ditentukan kebenarannya. Jika variabel tersebut diganti dengan konstanta maka akan menjadi pernyataan.
    Contoh:
    1. 3x _ 9 = 12
    2. x + 5 = 19
  • Negasi atau ingkaran adalah pernyataan baru dengan nilai kebenaran berlawanan dengan nilai pernyataan semula. Negasi dinotasikan dengan “ ~ ”.
    Contoh:
    a. Pernyataan p : 6 > 2 (B) maka ~ p : 6 ≤ 2 (S)
    b. Hari ini hujan. Negasinya: Hari ini tidak hujan


Operasi Logika Matematika

a. Konjungsi
Konjungsi adalah penggabungan dua pernyataan menggunakan kata penghubung ‘‘dan’’. Konjungsi dari pernyataan p dan q dilambangkan p ∧ q . Dua pernyataan p ∧ q bernilai benar hanya jika pernyataan p benar dan q juga benar.
Tabel kebenarannya:
p q p ∧ q
B B B
B S S
S B S
S S S

b. Disjungsi
Disjungsi adalah penggabungan dua pernyataan menggunakan kata penghubung ‘‘atau’’. Disjungsi dari pernyataan p dan q ditulis dengan p ∨ q. Dua pernyataan p ∨ q bernilai salah hanya jika pernyataan p salah dan q juga salah.
Tabel kebenarannya:
p q p ∨ q
B B B
B S B
S B B
S S S

c. Implikasi
Implikasi adalah penggabungan dua pernyataan menggunakan kata ‘‘jika...maka...’’. Implikasi dari pernyataan p dan q ditulis p → q. Dua pernyataan p q → bernilai salah hanya jika pernyataan p benar dan q salah.
Tabel kebenarannya:
p q p → q
B B B
B S S
S B B
S S B

d. Biimplikasi
Biimplikasi adalah penggabungan dua pernyataan menggunakan kata penghubung “jika dan hanya jika”. Biimplikasi dari pernyataan p dan q ditulis p ↔ q. Dua pernyataan p ↔ q bernilai salah hanya jika kedua pernyataan bernilai sama.
Tabel kebenarannya:
p q p ↔ q
B B S
B S B
S B B
S S S


Pernyataan Majemuk

a. Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen
Dua pernyataan majemuk dikatakan ekuivalen ( ≡ ) jika kedua pernyataan majemuk tersebut mempunyai nilai kebenaran yang sama.
Contoh:
p → q ≡ ~p ∨ q
Dapat dibuktikan dengan tabel kebenaran, yaitu:
p q ~p ~p ∨ q p → q
B B S B B
B S S S S
S B B B B
S S B B B


b. Negasi Pernyataan Majemuk

  • ~(p ∧ q) ≡ ~p ∨ ~q 
  • ~(p ∨ q) ≡ ~p ∧ ~q 
  • ~(p→q)  ≡ ~ (~p ∨ q)  ≡ p ∧ ~q
  • ∃≡∀⇔ ∀≡∃

Simbol: ∀ dibaca “untuk setiap/semua”
Simbol: ∃ dibaca “sebagian/ada beberapa”

Konvers, Invers, dan Kontraposisi

Jika implikasi p → q maka:

  • q → p disebut konvers dari p → q
  • ~p → ~q  disebut invers dari p → q
  • ~q → ~p  disebut kontraposisi dari p → q

Penarikan Kesimpulan

a. Prinsip Modus Ponens
Bentuk umum:
Premis 1 : p → q = benar
Premis 2 : p         = benar
 –––––––––––––––––––––
Kesimpulan :    q = benar
Contoh:
Premis 1 : Jika saya makan maka saya kenyang.
Premis 2 : Saya makan.
Kesimpulan : Saya kenyang.

b. Prinsip Modus Tollens
Bentuk umum:
Premis 1 : p → q = benar
Premis 2 :       ~q = benar
–––––––––––––––––––––
Kesimpulan : ~p = benar
Contoh:
Premis 1 : Jika saya rajin belajar maka nilai saya bagus.
Premis 2 : Nilai saya buruk.
Kesimpulan : Saya malas belajar.

c. Prinsip Silogisme
Bentuk umum:
Premis 1 : p → q = benar
Premis 2 : q → r = benar
–––––––––––––––––––––
Kesimpulan : p → r = benar
Contoh:
Premis 1 : Jika saya rajin belajar maka nilai saya bagus.
Premis 2 : Jika nilai saya bagus maka saya naik kelas.
Kesimpulan : Jika saya rajin belajar maka saya akan naik kelas.

Begini, Cara Lengkap Untuk Mendaftar SNMPTN Yang Benar

03:16 Add Comment
Begini, Cara Lengkap Untuk Mendaftar SNMPTN Yang Benar


Selamat datang bagi anda yang mengunjungi website Ilmu Malas. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sedikit informasi yang tentunya insyaallah akan bermanfaat bagi anda yaitu cara lengkap untuk mendaftar SNMPTN yang benar.


Ucapan selamat untuk anda apabila anda dapat lolos dalam SNMPTN dan dapat berpartisipasi, karena hanya orang-orang pilihan saja yang dapat mengikuti SNMPTN dan tidak semua orang dapat mengikutinya.


Jika anda masih ragu untuk bagaimana cara mendaftar, kami akan menuntun anda dan mengajari anda untuk mendaftar pada kesempatan hari ini. Berikut adalah tutorialnya untuk mendaftar SNMPTN yang benar :


Langkah

1. Silakan untuk mengakses https://web.snmptn.ac.id/ untuk melakukan login pendaftaran SNMPTN,

2. Silakan untuk mengisi NISN dan password untuk mengakses pendaftaran.
Begini, Cara Lengkap Untuk Mendaftar SNMPTN Yang Benar

Password anda dapatkan ketika difasilitasi sekolah saat melakukan verifikasi nilai raport untuk dikirim ke PDSS.
3. Setelah itu anda akan dibawa ke laman yang berisi perjanjian persetujuan yang isinya tentang untuk menyetujui apabila diterima SNMPTN akan melakukan daftar ulang. Nah pada saat ini centang checklist-nya dan tekan tombol proses.

4. Setelah itu akan ditampilkan profil anda, lalu anda tekan tombol pendaftaran.

5. Setelah anda menekan tombol pendaftaran, anda akan dibawa ke laman yang isinya perguruan tinggi negeri yang akan kita pilih untuk pilihan pertama, lalu pilih perguruan tinggi negeri yang ingin anda pilih, setelah itu pilih program study untuk pilihan pertama dan kedua pada perguruan tinggi negeri tersebut dengan cara mengisi checklist yang sudah disedikan. Lalu jika sudah tekan tombol selanjutnya

Begini, Cara Lengkap Untuk Mendaftar SNMPTN Yang Benar


  • Jumlah program studi yang dapat dipilih maksimum 3
  • Jumlah perguruan tinggi yang dapat dipilih maksimum 2
  • Jumlah program studi yang dapat dipilih untuk tiap perguruan tinggi adalah 2
  • Salah satu perguruan tinggi (jika memilih 2 PTN) yang dipilih harus berada di provinsi dimana sekolah anda berada (kecuali jika tidak ada perguruan tinggi negeri di provinsi dimana sekolah anda berada)
  • Siswa yang mendaftar beasiswa Bidikmisi tidak dapat memilih Universitas Islam Negeri (UIN) karena Bidikmisi tidak berlaku untuk UIN

6. Selanjutnya sama seperti tadi yaitu memilih perguruan tinggi negeri untuk pilihan ketiga. Setelah itu pilih program studi yang anda inginkan dengan cara melakukan checklist pada tempat yang sudah disediakan. Jika sudah tekan tombol selanjutnya.

7. Pada tahap selanjutnya anda disuruh untuk mengunggah foto diri anda, dengan cara menekan tombol choose file, lalu pilih foto yang ingin anda gunakan.

  • Foto close up berwarna dengan wajah terlihat jelas dan pakaian rapi
  • Foto diunggah dalam format JPEG (dengan ekstensi .jpg)
  • Foto memiliki rasio 4 x 6 dengan ukuran minimal 400 (lebar) x 600 (tinggi) pixel
  • Ukuran file maksimum 1 MB
8. Selanjutnya akan ditampilkan preview foto diri anda. Jika anda merasa kurang cocok anda dapat menekan tombol perbaiki foto untuk mengganti foto yang lain. Jika sudah merasa cocok tekan tombol selanjutnya.

9. Selanjutnya mengisi formulir pendaftaran dengan mengisi identitas diri dan orang tua.

Formulir pendaftarannya kurang lebih seperti ini :

Pilihan PTN dan Program Studi
Daftar Pilihan
        Prioritas PTN                                 Program Studi
1 UNIVERSITAS PILIHAN ANDA  PILIHAN ANDA
2 UNIVERSITAS PILIHAN ANDA  PILIHAN ANDA
3 UNIVERSITAS PILIHAN ANDA         PILIHAN ANDA

Data siswa
Nomor Induk Kependudukan (NIK)*
XXXXXXXXXXX
Isi dengan Nomor Induk Kependudukan, cari nomor ini pada Kartu Keluarga anda.

Tanggal Lahir*
XX / XX / XXXX   tanggal/bulan/tahun, contoh: 23/02/1998
Isi sesuai dengan tanggal lahir anda.

Jenis Kelamin*
Laki-laki
Perempuan
Checklist sesuai jenis kelamin anda.

Nomor Induk Siswa (NIS)*
XXXXX
Isi sesuai dengan Nomor Induk Siswa di sekolah anda masing-masing.

Agama*
Isi sesuai agama anda masing-masing.

Alamat Lengkap Siswa*
Isi sesuai alamat lengkap dimana anda tinggal.

No. Telepon*
XXXXXXXX
Isi dengan nomor telepon anda yang dapat dihubungi.

No. H.P.
XXXXXXXX
Isi dengan nomor H.P. anda yang dapat dihubungi. 

Email
XXXXXX@gmail.com
Isi dengan email anda yang dapat dihubungi. 

Biaya Pendidikan di Sekolah
SPP sekolah/bulan yang ditagihkan (Rp)*
225000
Isi dengan angka saja tidak perlu penggunakan Rp, titik, maupun tanda baca lain.

SPP sekolah/bulan yang dibayarkan (Rp)*
225000
Isi dengan angka saja tidak perlu penggunakan Rp, titik, maupun tanda baca lain.

UP sekolah yang ditagihkan (Rp)*
2000000
Isi dengan angka saja tidak perlu penggunakan Rp, titik, maupun tanda baca lain.

UP sekolah yang dibayarkan (Rp)*
2000000
Isi dengan angka saja tidak perlu penggunakan Rp, titik, maupun tanda baca lain.

Data Orang Tua/Wali
Pendidikan Terakhir Ayah*

Pendidikan Terakhir Ibu*

Pekerjaan Ayah*

Pekerjaan Ibu*

Penghasilan Kedua Orang Tua/Wali*

Penghasilan kotor (sebelum dikurangi pajak penghasilan)

Jumlah Adik*
Jumlah adik, jika tidak ada, isi dengan 0

Jumlah Kakak*
Jumlah kakak, jika tidak ada, isi dengan 0 

10. Setelah mengisi formulir pendaftaran tersebut checklist konfirmasi tentang data yang diberikan. Setelah itu tekan tombol selesai dan simpan.

11. Jika anda sudah merasa yakin terhadap pendaftaran. Anda dapat melakukan finalisasi pendaftaran. Namun perlu diingat apabila sudah melakukan finalisasi pendaftaran, data yang sudah anda tulis akan dikirim dan tidak dapat diubah lagi. Namun jika belum anda masih dapat melakukan pengubahan pendaftaran jika dirasa perlu.

Begini, Cara Lengkap Untuk Mendaftar SNMPTN Yang Benar


Demikian tutorial untuk mendaftar SNMPTN yang benar. Semoga bermanfaat bagi anda, terima kasih.

Materi SBMPTN Matematika Pertidaksamaan

02:59 Add Comment
Materi SBMPTN Matematika Pertidaksamaan

Sifat-Sifat Pertidaksamaan

1. Pemindahan suku tanda tetap.
Contoh: a + b > c maka a + b - c > 0

2. Perkalian atau pembagian dengan bilangan negatif tanda berubah.
Contoh: (a > c) / −1 maka – a < – c

3. Pemangkatan genap mempunyai syarat kedua ruas sama nilainya.

  • Jika kedua ruas positif tanda tetap
  • Jika kedua ruas negatif tanda berubah

Contoh:
3 ≥ 1 → jika keduanya dikuadratkan 32 ≥ 1 menjadi 9 ≥ 1 (tanda tetap)
–3 ≤ –1 → jika keduanya dikuadratkan akan menjadi 9 ≥ 1 (tanda berubah dari ≤ menjadi ≥).


Bentuk-Bentuk Pertidaksamaan

a. Pertidaksamaan Linear
 ax – b > 0
 ax > b
 x > b/a
Contoh:
2x - 6 > 0
2x > 6
 x > 6/2
x > 3

b. Pertidaksamaan Kuadrat
Bentuk umum:
ax2 + bx + c > 0

  • Langkah-langkah umum penyelesaian pertidaksamaan kuadrat adalah sebagai berikut:
  • Nolkan ruas kanan, kemudian pindahkan suku kanan ke ruas kiri.
  • Faktorkan menjadi faktor-faktor linier.
  • Buat garis bilangan untuk menentukan penyelesaian.
  • Jika sulit difaktorkan maka:
    - Untuk D > 0 gunakan rumus abc
    - Untuk D < 0 maka berlaku:
    a > 0 maka fungsinya adalah definit positif atau lebih dari nol.
    a < 0 maka fungsinya adalah definit negatif atau kurang dari nol.
c. Pertidaksamaan Pecahan

Bentuk umum:
a/b > c/d , b ≠ 0, d ≠ 0

Langkah-langkah umum penyelesaian pertidaksamaan pecahan adalah sebagai berikut:

  • Nolkan ruas kanan dengan memindahkan suku kanan ke ruas kiri.
  • Faktorkan pembilang dan penyebut menjadi faktor-faktor linier.
  • Buatlah garis bilangan untuk menentukan penyelesaian.

d. Pertidaksamaan Bentuk Akar
Bentuk umum:
√f(x) > g

  • Maka solusinya adalah menguadratkan kedua sisi {√f(x)}2 > g2.


e. Pertidaksamaan Nilai Mutlak
Bentuk umum:

  • Jika |f(x)| < g maka f(x) < g dan f(x) > –g atau ditulis: –g < f(x) < g
  • Jika |f(x)| > g maka f(x) > g dan f(x) < –g
  • Jika |f(x)| < |g(x)| maka: (f(x) + g(x)).(f(x) – g(x)) < 0
  • Jika f(x)/g(x) < k maka: (f(x) – k.g(x)).(f(x) + k.g (x)) < 0